POISON NOVA| SERINGAI | 27 MARET 2016 IFI BANDUNG
ARTIKEL
Press Rilis Liga Musik Nasional IX | Liga Musik Nasional 9 Program Party Seringai
Liga Musik Nasional IX
Program Party Seringai
Opening act. Poison Nova
27 Maret 2016 IFI Bandung
Tix. IDR 125,000
Seringai sudah lama ada di daftar utama band yang akan diundang main untuk Liga Musik Nasional tapi tentu saja mengundang Seringai untuk datang dan main bukanlah hal yang mudah.
Dari sejak obrolan bercanda, setengah serius dan jadi serius, butuh waktu yang tidak sebentar untuk kemudian semua pihak bertemu dan mengiyakan semua rencana. Plus mengunci jadwal band seperti Seringai disela padatnya jadwal main mereka adalah cerita yang juga bisa jadi panjang jika harus diuraikan.
Jadi terbayang betapa senangnya ketika akhirnya Seringai mengiyakan tawaran untuk bermain di Liga Musik Nasional dan menemukan tanggal yang kosong ditengah kesibukan semua personil Seringai.
Melihat mereka main di festival besar dengan sound system berdaya puluhan ribu watt, kualitas produksi Seringai sudah tidak diragukan lagi. Bermain di panggung kecil, keseruan Seringai sudah terkenal sejak lama dan sudah lama sekali penonton Bandung tidak mendapat kesempatan untuk melihat mereka main dengan jarak yang dekat. Artinya bermain di Limunas dengan kapasitas gedung seperti IFI Bandung dengan jumlah penonton yang terbatas, itu adalah pengalaman seru yang akan bersama-sama kita alami nanti tanggal 27 Maret 2016.
Untuk pembuka, Seringai mengajak band black metal muda asal Cirebon, Poison Nova. Artwork edisi 9 ini dikerjakan langsung oleh Arian13, yang juga vokalis Seringai.
Kali ini, Limunas dibantu oleh High Octane merchandise dan Lawless Jakarta dan sponsor kami yang utama tentu saja adalah energi dari teman-teman semua.
Sampai berjumpa di program party Seringai, sampai jumpa di moshing pit!
Salam hangat,
Liga Musik Nasional
==========================
Seringai
Punya barisan penggemar yang dijuluki Serigala Militia, band yang berdiri pada tahun 2002 ini punya banyak cerita dan sejarah yang terlalu panjang jika harus ditulis satu persatu.
Digagas oleh Arian13 bersama Khemod dan Ricky, dari pertama kali berdiri sampai sekarang, mereka masih konsisten memainkan musik rock beroktan tinggi, musik cadas ala motorhead dan black sabbath dan aliran musik metal lainnya. Konsistensi ini membawa mereka menjadi pembuka konser Metallica pada tahun 2013 silam. Meski mereka malang melintang di banyak festival besar di berbagai kota, mereka masih bisa ditemui di berbagai gigs kecil terutama di Jakarta.
Rilisan album penuh terakhir mereka adalah Taring (2012) dan pada bulan desember 2015 mereka juga baru saja merilis ulang High Octane Rock EP yang dulu rilis tahun 2004.
Formasi Seringai adalah Arian13 (Vocal), Ricky Siahaan (Guitar) Edy Khemod (Drum), dan Sammy Bramantyo (Bass).
Poison Nova
Berdiri di pertengahan tahun 2006, Poison Nova band yang berasal dari cirebon ini disatukan oleh kecintaan yg sama pada musik metal. Memainkan warna black metal dengan dibalut melodi ala Swedish metal, album EP mereka Circle of Woe yang dirilis oleh Lawless Records langsung mencuri perhatian banyak orang. Mereka adalah Diemast Lucky (vokal), Soni Gusteni (gitar), Felix Roland Polakitan (bass) dan Andryan Duta Gama (drum).
Catatan Kecil Dari Program Party Seringai
Membuat pertunjukan musik yang baik adalah kerjasama tim. Kesalahan pada produksi pertunjukan adalah kesalahan bersama, bukan hanya kesalahan satu orang saja.
Pada #limunas9 kemarin jumlah personil dua band yang main ditambah satu bintang tamu adalah sembilan orang.
Dan dibutuhkan kurang lebih 50 orang dari kedua belah pihak, band dan kolektif #limunas untuk mempersiapkan dan mendukung panggung yang akan akan dipakai oleh sembilan orang tadi.
Jadi untuk teman-teman yang suka datang ke konser, mohon ingatlah kalau mempersiapkan suatu acara itu tidak mudah dan terkadang ada harga yang harus dibayar.
Kewajiban penyelenggara adalah mempersiapkan segalanya dengan penuh perhitungan dan kemudian setelah semua usaha, daya, upaya dan doa telah dilakukan, kami hanya bisa berharap bahwa acara berjalan lancar dan menyenangkan.
Pada hari minggu kemarin, tanggal 27 Maret 2016, semua usaha dibayar lunas. #programpartyseringai menambah daftar konser kecil yang akan diingat oleh banyak orang. Sampai sekarang setelah dua hari berlalu, ungkapan dan ucapan senang belum berhenti mengalir dan kami bersyukur untuk itu.
Liga Musik Nasional ke-9: Program Party SERINGAI – Dilarang di Bandung? Aku Muak dengan Larangan!*
*(liputan ini diposting ulang dari vetablecult)
Oleh DWI NUR AKBAR W
Suasana Kota Bandung yang sejuk nan menyenangkan tiba-tiba dibuat panas dan ‘ricuh’ oleh kedatangan unit Rock Oktan tinggi asal Jakarta, SERINGAI. Grup musik yang beranggotakan Arian Arifin (Arian13), Ricky Siahaan, Edy ‘Khemod’ Susanto, dan Sammy Bramantyo lagi-lagi membuat kegaduhan di Kota Bandung. Melalui kegiatan berkelanjutan yang di inisiasi oleh Liga Musik Nasional (Limunas), Seringai mendapat tempat khusus dalam gelaran mereka yang ke sembilan dengan tajuk “Program Party Seringai”. Pertunjukan musik dengan nafas segar yang selalu disuguhkan oleh Limunas ini mampu menarik animo yang luar biasa.
Bertempat di Institut Francais d’Indonesie (IFI), Limunas mengehelat hajat musik Limunas ke-9 ini dengan pertunjukan pembuka oleh Poison Nova. Grup musik black metal asal Cirebon yang makin mengudara berkat album Circle of Woe (Lawless Records) yang rilis pada tahun 2014 silam. Menghantam panggung pertunjukan dengan nada-nada gelap ala mereka, Poison Nova berhasil membius para penonton di dalam venue.
Udara Bandung malam itu semakin membuat menggigil. Rehat sejenak setelah penampilan Poison Nova, kini giliran Seringai yang akan pentas. Manusia dengan dandanan serba hitam, tiba-tiba mulai datang berbondong-bondong dari pintu masuk. Venue pun secara ajaib penuh oleh mereka. Suara wanita pun terdengar entah darimana, membacakan rekam jejak Liga Musik Nasional sejak awal membuat pertunjukan, hingga malam dimana Limunas ke-9 dihelat, ya “Program Party Seringai”.
Berakhirnya suara wanita yang entah berasal dari mana, menjadi awal dari pesta yang sangat luar biasa meriah. Seringai, menjadi aktor utama dalam pementasan malam itu. Ricky mengawali teriakan para Serigala Militia (sebutan bagi penggemar Seringai), disusul Khemod, Sammy dan langsung memulai pesta dengan sambutan intro. Suasana venue makin riuh ketika sang vokalis Arian13 mulai masuk ke panggung. Tanpa banyak bicara lagu pertama pun dihadiahkan oleh mereka kepada para penonton. Suasana makin memanas ketika lagu Amplifier mulai dimainkan oleh mereka. Suasana kegembiraan seketika makin tak terkendali. Stage Diving, moshing, headbang, dsb mulai terlihat dalam kepadatan crowdsLimunas.
Keadaan mulai mendingin ketika Seringai memberi kesempatan bagi semua penonton menikmati lagu Lissoi, semua bernyanyi bersama, laksana para pemabuk yang sedang menikmati malam dengan iringan musik yang membuat malam terasa panjang dan suasana kekluargaan yang hangat. Muncul ke atas panggung Risa dari Sarasvati, menambah gairah malam itu semakin tak tertahankan, kolaborasi Risa dan Seringai pada laguMarijuanaut, seakan menjadi anthem bagi para pemujanya.
Wall of Death mini, sempat hadir ditengah crowds. Lagu Dilarang di Bandung membuat keadaan venue makin tidak kondusif, dimana para penonton makin menggila, melolong, mengganas, seakan tiada hari esok. Ditutup dengan lagu andalan dari grup musik mendiang Lemmy, Ace of Spades, membuat para penonton tumpah naik ke atas panggung pertunjukan. Semua terasa seru dan mengasyikan. Tiba pada perpisahan, dimana Seringai akhirnya memutuskan untuk menambah satu lagu yang tidak ada dalam daftar mereka, Alkohol sebuah lagu yang terekam dalam High Octane Rock EP, dengan sangat sangar kembali dimainkan oleh Seringai meskipun sebenarnya alat sudah mulai dirapikan, menandakan bahwa pertunjukan telah usai. Melalui lagu terakhir ini, Seringai kembali mendapatkan hadiah berupa luapan penonton yang kembali memenuhi panggung pertunjukan.
Terimakasih Seringai, terimakasih Liga Musik Nasional, terimakasih kawan Serigala Militia, sampai jumpa di pertunjukan berikutnya! Priceless!
#MemorableDay: Liga Musik Nasional #9*
*(liputan ini diposting ulang dari bluradiojtr)
Apa yang terlintas di kepala kamu ketika ngeliat judul artikel ini? Kacau? Chaos? Gokil? Edan? Ya, itu lah kata-kata yang pas untuk gelaran Limunas #9 kemarin (27/3) di Institut Francais d’Indonesie (IFI) Bandung. Gak kerasa temen ngeblur, Limunas udah sampe edisi ke-sembilan! Kalau di edisi sebelumnya Limunas menyuguhkan aksi dari Rajasinga dan Navicula, di edisi ke-sembilan Limunas kembali memberikan suguhan musik yang super lebih extra mega mantap dengan menghadirkan Seringai dan Poison Nova. Limunas emang paling tau gimana caranya membuat para serigala militia puas!
Dibuka oleh band asal Cirebon, Poison Nova membuat suasana awal dimulainya acara menjadi panas. Dengan musik death metal ala Norway, band asal Cirebon ini membuka penampilannya dengan beringas dan mencekam. Setlist yang dibawakan Poison Nova malam itu terdiri dari lagu-lagu yang ada dalam EP mereka “Circle of Woe”. Dan rencananya, Poison Nova akan merilis 7” album dalam waktu dekat.
Udah panas dibuka oleh Poison Nova? Sekarang giliran Seringai menghajar para serigala militia malam itu. Lagu Skeptikal memulai pemanasan dari Arian Tigabelas dan kawan-kawan. Setelah selesai pemanasan, giliran lagu Puritan dan Tragedi membakar semangat para serigala militia untuk melakukan moshing. Amplifier pun mulai memanas! Serigala militia semakin beringas melakukan stage diving di kerumunan penonton. Selanjutnya dihajar anthem Program Party Seringai dimana Arian memberikan instruksi agar para serigala milita melakukan wall of deathyang tentunya bikin chaos! Abis wall of death, istirahat dulu dengan lagu Lissoi. Selesai rehat, Seringai langsung menghajar kembali dengan lagu Lencana dan Mengadili Persepsi yang berujung pada choir massal. Di lagu berikutnya, Seringai ditemani oleh wanita yang sudah tidak asing lagi, yakni Risa Saraswati. Di lagu Marijuanaut, Risa memberikan angin segar kepada penonton malam itu. Risa turun panggung, Seringai pun kembali menghajar penonton dengan lagu Kilometer Terakhir dan lagu wajib Dilarang di Bandung. Lagu Ace of Spades pun dipilih sebagai lagu penutup konser malam itu, sampai akhirnya teriakan encore berkumandang. Permintaan tersebut diamini dan Seringai kembali ke atas stage dan membakar Bandung dengan lagu Alkohol. Serigala militia pun semakin beringas dan membuat stage dipenuhi oleh para serigala milita dan empat personil Seringai. Edan!
Penampilan pembuka yang beringas dari Poison Nova dan penampilan Seringai dengan setlist lebih dari 15 lagu membuat Limunas edisi ke-sembilan malam itu berakhir mantap. Satu kata untuk Limunas #9: Edan! Ditunggu Limunas #10 yang lebih edan!
*Obral-Obrol Santai Bersama Seringai*
*(liputan ini diposting ulang dari anjzine)
Obral-Obrol Santai Bersama Seringai
Seringai, Unit rock oktan tinggi kelas wahid dalam jajaran band-band Indonesia berencana untuk menelurkan rilisan albumnya di 2016 ini. Tak tanggung-tanggung, total 15 materi akan mereka siapkan. Diantaranya ada yang dimasukkan kedalam full album, adapula yang akan masuk ke dalam split album.
Split? Dengan siapa?
Ditemui seusai tampil di Limunas IX, para personil Seringai mengutarakan bahwa mereka akan melakukan split album bersama band yang memang sudah lama direncanakan untuk split album, yaitu Kelelawar Malam. Sah-sah saja jika kalian memasukan 2 album Seringai ini kedalam daftar wajib beli tahun 2016 ini. Untuk full album, Seringai mengutarakan telah merampungkan 7 lagu.
Disinggung mengenai maraknya band-band negri ini yang melakukan recording bahkan merilis albumnya secara khusus di negri orang, Riki Siahaan sang gitaris mengutarakan pendapatnya. Riki menuturkan bahwa semua musisi pasti ingin melakukan hal tersebut. Begitu pula dirinya dan Seringai. Namun, Seringai sama sekali belum memikirkan rencana tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Seringai mendapatkan tawaran untuk melakukan hal tersebut dari rekan mereka yang memiliki sebuah record house kecil di luar negri sana. Bukan maksud untuk menolak, namun Seringai tidak mau membagi fokusnya ke banyak hal. Lebih baik mengurusi hal satu per satu. Salah satunya ialah bersenang-senang dengan karya mereka. Tampil di panggung yang tak terpikirkan sebelumnya untuk dilakukan di negri ini. Seperti, mendapatkan kesempatan menghibur para penikmat musik di daerah papua, dan daerah-daerah serupa. “Seringai tetap ingin bersenang-senang dengan karya yang fantastis dan cerdas”, tegas Riki.
Selain mengenai album, pada kesempatan itu pula, Edy Khemod, sang penabuh drum, yang juga memiliki project sampingan yang sedang digarap, menjelaskan mengenai projectnya tersebut. Yang sedang dikerjakannya adalah sebuah film dokumenter. Menceritakan tentang scene musik independen di kota Bandung, bertajuk “Membakar Batas”. Semula Khemod berencana membuat cakupannya bukan Bandung, melainkan Indonesia. Namun, setelah dipertimbangkan dengan matang, ternyata hal tersebut terlalu luas. Sang drummer powerful ini juga mengutarakan bahwa proses pengerjaan film sudah 75%. Namun ia belum memutuskan format seperti apa yang nantinya akan digunakan untuk film dokumenter ini.
Berhubung momen perjumpaan penulis adalah disaat Seringai selesai membakar panggung Limunas IX, keingintahuan penulis pun muncul. Ingin mengetahui pandangan mengenai Limunas kali ini dengan segala “ini itu-nya” menurut kaca mata seorang pengisi acara. Seringai memberikan pandangannya secara langsung pada penulis, bahwa mereka merasa senang bisa berpartisipasi dalam event sejenis Limunas ini. Bahkan mereka menganggap penampilannya di Limunas kemarin menjadi salah satu penampilan terbaik Seringai sejauh ini.
Seringai mengutarakan, Liga Musik Nasional adalah acara yang memilki track record yang baik. Dari segi sound, dekorasi, tata lampu, dan sebagainya. Tentunya hal terpenting lainnya adalah suasana keintiman yang didapat dari atmosfer penonton yang hadir dan bersenang-senang bersama. Berbicara mengenai venue, Khemod mengutarakan keresehannya akan Bandung. “Bandung adalah kota budaya, tapi tidak memiliki gedung pertunjukan yang benar-benar di fasilitasi oleh Bandung itu sendiri.”
Terakhir, diperbincangan singkat malam itu, Seringai mengungkapkan harapannya. Harapan dari Limunas ini yang semoga kedepannya melahirkan band band berkualitas yang tentunya semakin banyak dan beragam. Selain itu juga, harapan mereka agar Bandung memiliki gedung pertunjukan milik Bandung sendiri. Semoga hal-hal tersebut memberikan respon dan dampak yang baik kedepannya.
Oleh: Muhammad Aqil Alim
DOKUMENTASI FOTO
DOKUMENTASI VIDEO