BRIGADE OF CROW | JANGAR | KELOMPOK PENERBANG ROKET | 22 DESEMBER 2018 - IFI BANDUNG
ARTIKEL
Kelompok Penerbang Roket, Jangar, dan Brigade of Crow Ramaikan Limunas ke-13
Liga Musik Nasional atau yang lebih dikenal dengan Limunas akan kembali digelar pada 22 Desember 2018 di Institut Francais Indonesia (IFI), Bandung. Untuk memanaskan gelaran yang memasuki edisi ke-13 ini, kolektif penikmat musik asal Bandung tersebut mengundang tiga band dari Jakarta, Bali dan Bandung, yaitu Kelompok Penerbang Roket, Jangar, dan Brigade of Crow.
Iit Boit, salah satu pemrakarsa Limunas menceritakan dasar pemilihan band-band yang diundang untuk tampil di acara tersebut salah satunya adalah sudah memiliki rilisan album fisik. Selain itu, mereka melihat bagaimana interaksi band dengan para pendengarnya.
“Dua hal itu kami lihat ada di Kelompok Penerbang Roket dan sebenarnya mereka sudah masuk radar Limunas sejak tahun lalu, tapi karena satu dan lain hal baru bisa terjadi sekarang. Sedangkan untuk band pembukanya, pilhannya selalu jatuh ke band yang lebih muda. Pertimbangannya adalah bisa saling berbagi ilmu, pengalaman, dan bisa memberikan eksposur untuk mereka,” tutur Boit.
Dalam setiap edisinya, Limunas selalu menjanjikan pertunjukan yang intim dan hangat. Tercatat sejak 2011, mereka pernah mengundang musisi dan band berkualitas dari berbagai kota untuk tampil di acara mereka, di antaranya adalah Frau, Seringai, White Shoes and the Couples Company, Forgotten, Komunal, Rajasinga, Mooner, Navicula, Melancholic Bitch, Terapi Urine, hingga Teenage Death Star.
“Format Limunas sebenernya nggak pernah neko-neko. Intinya kami bikin panggung untuk semua orang yang datang; baik itu yang tampil, menonton atau yang kerja juga senang. Makanya energinya jadi sama dan satu karena kita semua ada di ruang yang sama untuk bersenang-senang dengan musik. Itu sih paling utama,” cerita Boit.
Penggebuk drum Kelompok Penerbang Roket, I Gusti Gede Vikranta, mengungkapkan antusiasnya ketika mendapat undangan tampil di Limunas. Ia mengatakan, “Limunas sudah digelar sejak tujuh tahun lalu dan band-band yang tampil keren banget. Kami merasa terhormat bisa menambah daftar tamu dari Limunas. Segan!”
Tiket prajual seharga Rp75.000 saat ini sudah bisa dibeli melalui Omuniuum, Bandung. Setelah kuota prajual habis, tiket akan dilepas dengan harga Rp100.000. Perlu dicatat Limunas edisi ke-13 digelar secara swadaya dengan mengandalkan jaringan pertemanan, meminta dukungan dari kolega, dan tentu saja penjualan tiket acara dan merchandise dari band yang tampil. Artinya, sponsor Limunas adalah band, teman-teman pembeli tiket dan merchandise serta panitia yang bersedia bekerja setiap kali acara ini diadakan.
Limunas edisi ke-13 didukung oleh Omuniuum, Maternal Disaster, Institut Francais Indonesia Bandung dan Berita Angkasa.
———————————————————————————————————————
Sekilas tentang Kelompok Penerbang Roket
Mengambil inspirasi dan semangat musik Duo Kribo, AKA, dan Panbers, Kelompok Penerbang Roket telah merilis album Teriakan Bocah pada 2015 lalu. Trio yang diisi oleh I Gusti Gede Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar), dan John Paul Patton (bass), ini pada 31 Oktober lalu telah merilis album penuh terbaru berjudul Galaksi Palapa dalam format cakram padat dan piringan hitam.
Sekilas tentang Jangar
Dibentuk di Denpasar, Bali, pada 2015 lalu, Jangar diperkuat oleh Gusten Keniten (vokal), Dewa Adi (gitar), Raibio (bass), dan Pasek Darmawaysya (drum). Garda depan musik keras Bali generasi saat ini tersebut mencampurkan rock dengan stoner, blues, heavy metal, dan arak ke dalam musiknya. Pada 2016 mereka telah merilis album mini berjudul sama dengan nama band melalui Trill/Cult Records asal Bali dalam format kaset dan digital. Pada 2019 mendatang, Jangar bersiap meluncurkan album penuh mereka melalui Berita Angkasa.
Sekilas tentang Brigade of Crow
Brigade of Crow adalah kuartet hardcore crust n’ roll asal Bandung. Dibentuk pada 2011, mereka meracik musiknya dengan mengambil inspirasi dari Motörhead, Discharge, MC5, hingga Burning Leather. Pada 13 Desember 2018, Brigade of Crow akan merilis album penuh perdananya melalui label asal Bandung, Disaster Records.
“Limunas XIII”: Hajatan Intim yang Paripurna
DECEMBER 23, 2018
Rasanya nggak semua hal harus dibuat dalam skala yang besar, misalnya polisi tidur. Hoream atuh, nanti jadi tanjakan. Hehe. Mungkin, sama halnya dengan menggelar acara musik, membuat gelaran dengan skala yang intim nyatanya tetap bisa mengundang keseruan yang paripurna. Salah satu penggagas gelaran intim yang selalu menuai apresiasi tentu saja Kolektif Limunas.
Konsistensi Liga Musik Nasional atau biasa dipanggil Limunas dalam menghadirkan gigs -dengan skala penonton yang terbatas- di Kota Bandung memang nggak perlu diragukan lagi. Oh jelas, hal itu dibuktikan dengan helatannya yang ke-13 di Sabtu (22/12) yang lalu. Menghadirkan Kelompok Penerbang Roket (JKT), Jangar (Bali), dan Brigade Of Crow (BDG) sebagai pemandu pesta, Auditorium IFI Bandung berhasil dibuat lebih bising dibanding hari biasanya. Jelas atuh ini mah, kan nuju aya acara~
Seperti yang sudah diduga, malam itu Aa-Aa dengan kaos Kelompok Penerbang Roket sudah banyak ngumpul di sekitaran IFI. Ada yang sedang sebats dulu, ada yang melipat banner “pencarter roket”, ada juga mereka yang nyebrang dari arah BEC, nggak tau deh, habis pada beli charger meureun ya? Lupa nggak ditanyain.
Malam itu, panggung Limunas XIII dibuka oleh aksi Brigade Of Crow. Menyodorkan perpaduan metal dengan punk yang ngebut, para serdadu gagak langsung kokoceakan di atas panggung Limunas XIII. Memainkan lagu-lagu dari album teranyarnya yang bertajuk Delta Blues Narkotik, kawanan serdadu gagak berhasil menjadi band pembuka yang top-markotop kalau kata Benu Buloe si host acara kuliner. Beberapa kali menyebut dirinya sebagai unit dengan Dirty Metallic Crust ‘N’ Roll Mayhem. Saya nggak tau apa artinya, tapi intinya sih, Brigade Of Crow mencoba memainkan musik yang ngebut pake banget malam itu. Oh iya, pada pake karburator RX-King apa Ninja RR nih? Sori.
Berselang lima belas menit, penontong langsung dihajar oleh Jangar. Sebagai salah satu garda anyar dari Bali, unit kuartet heavy-rock yang digawangi Gusten Keniten (Vokal), Pasek Darmawaysya (Drum), Dewa Adi (Gitar), dan Rai Biomantara (Bass) ini tampil tanpa ragu tampil di hadapan penonton Limunas XIII. Membawakan nomor-nomor seperti Titan, Ruptural, H.S.S, hingga Gestok, Jangar juga berusaha membuat penampilan apiknya terasa lebih mencekam dengan meminta hanya disorot lampu berwarna merah. Hm, untung cuma warna merah, coba kalau minta warna hijau botol caplang, wah, ribet boss~
Penampilan Brigade Of Crow dan Jangar nyatanya membuat tensi penonton juga semakin memanas, meski belum banyak yang moshing, tapi penonton terlihat sudah mulai menikmati pesta. Boleh juga sih, apresiatif.
Sampai di sini, mungkin bisa dianggap kalau Limunas XIII terasa begitu menyenangkan. Tentu, tensi penonton semakin memuncak saat Kelompok Penerbang Roket mulai memainkan intro. Sedikit disayangkan memang, di lagu keempat gitar milik Rey Marshall sempat mati karena panangan penonton yang kopepang. Punteun atuh, tong sagala dicabak. Meskipun tidak se-liar penonton di helatan Limunas IX atau Limunas X; yang bahkan melakukan steal the mic dan menginvasi panggung, insiden “kokorobet” properti penampil mungkin baru terjadi di helatan kali ini. Betul, tidak sengaja memang, tapi cukup disayangkan. Untungnya aksi improvisasi instrumental dari Coki dan Viki bisa sedikit mengelabui penonton dari insiden tersebut. Jam terbang, tidak panik~
Membawakan setlist dari perpaduan album Teriakan Bocah dan Galaksi Palapa, di luar insiden gitar mati sih, aksi Kelompok Penerbang Roket memang sangat paripurna, terlebih memberikan dua encore yang klimaks. Termasuk ke dalam band yang memiliki kualitas oke antara hasil rekaman dan aksi panggungnya, penampilan KPR malam itu di Limunas XIII kembali membuat standar baru untuk para juru pesta di helatan-helatan selanjutnya.
Segitu aja kali ya? Pokoknya helatan yang digagas oleh Limunas selalu berhasil dikemas dengan apik. Moshpit yang aman, ajang reuni bersama kawan, semua tersaji di Limunas. Semoga di helatan selanjutnya bisa terus konsisten memberikan komposisi-komposisi penampil yang nggak kalah menarik. Banyakin band Bandung (lagi) bisa meureun ya? Hehehe.
DOKUMENTASI FOTO
DOKUMENTASI VIDEO