KUNTARI | MELANCHOLIC BITCH | 16 JULI 2022 - IFI BANDUNG
ARTIKEL
Press Rilis Limunas XVI
Liga Musik Nasional XVI | 16 Juli 2022 | IFI Bandung | Jl. Purnawarman 32 Bdg
Melancholic Bitch | Kuntari
Presale Tiket IDR 150,000 (SOLD OUT)
Normal IDR 200,000 (terbatas 150tix)
Januari 2020, paska spesial show Senyawa dan A Stone A di Selasar Musik, seorang teman bertanya, siapa penampil Limunas selanjutnya. Saat itu kami menjawab, “libur dulu” karena memang sedang belum mau berfikir untuk menentukan penampil selanjutnya.
Siapa yang menyangka kalau kalimat “libur dulu” itu kemudian menjadi libur yang benar-benar panjang karena pandemi.
2020 dan 2021 kami benar-benar tiarap. Pun untuk banyak panggung, festival dan kolektif lain. Musik yang ternyata fundamental, ternyata tidak cukup esensial untuk dipertahankan panggungnya. Suram. Bosan. Sedih.
Dua tahun berlalu. Yang hilang, banyak. Yang survive dan selamat, kami adalah sebagian diantaranya.
#limunasxvi kali ini adalah acara pertama kami paska pandemi. Meraba-raba kembali urutan persiapan, menentukan penampil, menghitung budget yang ternyata punya komponen “kemahalan” yang baru.
Bicara tentang penampil, seperti yang kami percaya, kalau jodoh tidak akan lari kemana, adalah Melancholic Bitch, band penuh mitos yang pernah kami hitung matematikanya secara iseng. Kalau ada 250 orang penonton ingin nonton Melbi ke Jogja, misalnya setiap orang keluar uang 500 ribu rupiah, berarti total jumlah uang yang dikeluarkan adalah 500rb x 250 = 125 juta rupiah. Sungguh lebih baik kami berusaha mengundang mereka lagi dan mengajak kalian semua bersama-sama menonton mereka di Bandung. Lebih hemat dan ekonomis.
Tentang kenapa kami mengundang lagi Melbi, benar-benar karena mereka bisa dan kami juga kangen. Judul konsernya saja belum terpikir sampai saat tulisan ini dibuat. Bukan karena tidak istimewa, tapi ini dalam rangka melepaskan rindu. Rindu ngerjain konser, rindu nego dengan band, rindu moshing, rindu nyanyi bareng teman-teman sekalian. Makanya kemarin teasernya pakai kalimat “kerinduan yang digumamkan.. “. Kami rasa, Melbi bisa jadi teman yang tepat untuk melampiaskan rasa rindu itu.
Sementara tentang Tesla Manaf atau dikenal dengan nama panggungnya Kuntari, sesungguhnya kami masih bertanya-tanya apa dan siapa Kuntari sesungguhnya. Beberapa kali menonton pertunjukan live Kuntari dan sempat menyaksikan salah satu setnya yang mencekam padahal dia tampil sendirian hanya dengan terompetnya, kami jadi penasaran apalagi yang bisa dia perlihatkan. Maka kemudian kami memintanya untuk membuka pertunjukan dengan set Larynx. Satu hal yang kami jamin tentang Kuntari adalah, dia tahu dan menikmati apa yang dia lakukan dengan musiknya.
Untuk departemen artwork, kali ini kami mengajak Wickana, seorang ilustrator yang kami kagumi yang sebelumnya juga pernah bekerjasama dengan Melancholic Bitch untuk mengerjakan merchandise.
Dan dengan ini kami pun berharap bahwa kita semua nanti akan menikmati dan bersenang-senang bersama semua teman dan penampil di gelaran Liga Musik Nasional ke-16.
Sampai jumpa!
[Tempo.co] Band Mitos Melancholic Bitch di Liga Musik Nasional XVI, dari Chairil Anwar, Pandemi, hingga Rindu
TEMPO.CO, Jakarta – Band mitos, Melancholic Bitch (Melbi) tampil dalam pagelaran musik bertajuk Liga Musik Nasional (Limunas) XVI di IFI Bandung pada Sabtu, 16 Juli 2022. Seperti sebutannya sebagai band mitos, pertunjukan ini sangat dinanti penonton karena band asal Yogyakarta ini jarang manggung.
Iit Boit, inisiator Limunas mengungkapkan alasan pergelaran acara ini karena kerinduan. Selain rindu penampilan Melbi, pecinta musik juga rindu mengerjakan konser, rindu nego dengan band, rindu moshing, rindu nyanyi bareng teman-teman sekalian.
“Makanya kemarin teasernya pakai kalimat, ‘kerinduan yang digumamkan.’ Kami rasa, Melbi bisa jadi teman yang tepat untuk melampiaskan rasa rindu itu,” kata pemilik toko merchandise musik Omuniuum ini.
Liga Musik Nasional ke-16 kali ini adalah pagelaran mereka yang pertama setelah pandemi. Sebelumnya, mereka vakum selama 2 tahun karena pandemi. Pagelaran terakhir Limunas terjadi pada awal 2020 dengan penampil Senyawa dan AstoneA.
Melbi tampil dengan penampilan Tesla Manaf atau yang dikenal dengan nama panggung Kuntari. Kuntari tampil pertunjukan dengan set Larynx yang membuat degup jantung yang berdetak. Dengan terompet, gitar, gong, dan drum yang terus menggiling, Kuntari menjadi pembuka konser yang cukup menakjubkan.
Melbi membuka konser dengan lagu Akhirnya Masup Tivi hingga menghangatkan suasana Bandung yang dingin pada malam itu. Penampilan mereka tepat pukul tepat pukul 21.00 WIB tersebut berhasil membuat penonton mulai bernyanyi bersama-sama. Auditorium IFI Bandung pun bergoyang.
Formasi pada Melancholic Bitch dalam pertunjukan ini adalah Ugoran Prasad pada vokal, Yennu Ariendra (gitar), Uya Cipiriano (gitar), Yossy Herman (gitar), Richardus Ardita (bass), Paulus Neo (kibor), dan Danish Wisnu Nugraha (drum). Untuk posisi backing vocal ada biduan Ayu Saraswati dan Arsita Iswardhani.
Total sebanyak 20 lagu dibawakan Melancholic Bitch pada pertunjukan ini. Mereka mainkan lagu hits mereka dari album Re-anamnesis, Balada Joni Susi, dan NKKBS Bagian Pertama. Pada pertunjukan ini mereka juga membawakan dua lagu baru gubahan dari puisi Chairil Anwar yakni Aku Berkisar dan Derai-Derai Cemara.
“Aku Berkisar adalah puisi Chairil Anwar hampir di akhir hayatnya. Bagi kami ini puisi yang sejarahnya paling panjang. Teater Garasi pernah menggunakan puisi ini untuk bagian pertunjukan pada 2009. Butuh 13 tahun bagi kami untuk membuatnya dalam bentuk komposisi. Harap bersabar untuk bisa mendengarkan lagunya,” kata Ugoran pada saat pertunjukan.
Penampilan Ugoran Prasad dkk terlihat prima saat tampil selama 1,5 jam ini. Penonton dibuatnya bersama-sama menyanyikan dan bermoshing dengan lagu-lagu hits dari Melbi. Lighting dan sound yang disajikan pun juga membuat pertunjukan ini sangat megah.
Pada bass drum Melbi terpampang wajah dari tiga sosok terdekat yang meninggal pada pandemi lalu. Mereka adalah Djaduk Ferianto, Gunawan Maryanto, dan Anton Gendel. Gambar tersebut dibuat oleh visual artist Farid Stevy Asta.
“Farid Stevy dari FSTVLST tahu kalau kita akan kembali lalu mengirimkan gambar itu. 3 wajah di bass drum itu. Ada Mas Djaduk yang meninggal di akhir 2019, teman kami Gunawan Maryanto, dan kerabat kami Anton Gendel. Pandemi bangsat yah,” kata Ugo di sela lagu.
Pertunjukan Melbi di Limunas ini memang mampu membuat kita untuk melepas kerinduan akan band mitos ini. Lagu-lagu yang didengarkan sembari menjalani hidup yang penuh tuntutan bisa ditonton secara langsung. Sembari berdoa agar pandemi benar segera berakhir dan bisa menonton band yang disukai bersama teman-teman yang dicintai.
“Energinya kemarin itu kalau ibarat air buat kami kayak banjir bandang. Melancholic Bitch memberi pertunjukan terbaik. Kalau pesan dari kami tetap dukung band yang disukai semampunya. Kalau bisa beli rilisan fisik, merchandise, dan beli tiket kalau konser. Karena itu bisa bikin bandnya hidup dan bikin kolektif kayak kami panjang umur juga,” kata Iit Boit di akhir pertunjukan.
Melancholic Bitch dan Kuntari Tandai Kembalinya Limunas
https://mediaindonesia.com/weekend/504713/melancholic-bitch-dan-kuntari-tandai-kembalinya-limunas
Pertunjukan musik independen Liga Musik Nasional (Limunas) telah mengumumkan tahun ini mereka akan hadir kembali. Setelah absen pada edisi 2020 dan 2021, pada edisi ke-16 nya ini, Limunas akan berlangsung pada 16 Juli di IFI Bandung.
Kuntari (Tesla Manaf) dan band asal Yogyakarta, Melancholic Bitch, pun diumumkan menjadi pengisi utama panggung mereka. “Tentang kenapa kami mengundang lagi Melbi (Melancholic Bitch), benar-benar karena mereka bisa dan kami juga kangen. Judul konsernya saia belum terpikir sampai saat tulisan ini dibuat. Bukan karena tidak istimewa, tapi ini dalam rangka melepaskan rindu. Rindu ngerjain konser, rindu nego dengan band, rindu moshing, rindu nyanyi bareng teman-teman sekalian. Makanya kemarin teasernya pakai kalimat ”kerinduan yang digumamkan.. ” Kami rasa, Melbi bisa jadi teman vang tepat untuk melampiaskan rasa rindu itu,” bunyi pernyataan Limunas yang diunggah di Instagramnya, Rabu, (6/7).
Sementara itu, dipilihnya Tesla Manaf atau kini lebih dikenal dengan nama panggung Kuntari, lantaran Limunas ingin menjawab rasa penasaran eksplorasi musiknya. Di Limunas ke-16 ini, Kuntari akan manggung dengan set Larynx, album terbarunya. “Satu hal yang kami jamin tentang Kuntari, dia tahu dan menikmati apa yang dia lakukan dengan musiknya.”
Kembali menggagas pentas musik di masa pandemi, membuat Limunas meraba segala tetek bengek di balik panggung. Mulai dari hitung-hitungan bujet serta perjodohan dengan penampil. “Kalau ada 250 orang penonton ingin nonton Melbi ke Jogja, misalnya setiap orang keluar uang Rp500 ribu, berarti total jumlah uang yang dikeluarkan adalah Rp500 ribu x 250 = Rp125 juta rupiah. Sungguh lebih baik kami berusaha mengundang mereka lagi dan mengajak kalian semua bersama-sama menonton mereka di Bandung. Lebih hemat dan ekonomis,” begitu hitung-hitungan sederhana Limunas. Tiket Limunas 16 sendiri dijual seharga Rp150 ribu untuk periode pra-pesan yang tersedia cuma 100 tiket dan tiket normal seharga Rp200 ribu.
“2020 dan 2021 kami benar-benar tiarap. Pun untuk banyak panggung, festival dan kolektif lain. Musik yang ternyata fundamental, ternyata tidak cukup esensial untuk dipertahankan panggungnya. Suram. Bosan. Sedih. Dua tahun berlalu. Yang hilang, banyak. Yang survive dan selamat, kami adalah sebagian di antaranya. #limunasxvi kali ini adalah acara pertama kami pasca pandemi.”
DOKUMENTASI FOTO
DOKUMENTASI VIDEO